Selasa, 23 Oktober 2012

Dampak Penjualan Mobil Murah Di Indonesia

Di era global saat ini persaingan ekonomi di indonesia  semakin meningkat, terutama dalam memproduksi mobil, saat ini banyak perusahaan yang memproduksi berbagai mobil murah di bawah harga. Harga itu memang menggiurkan dan menarik para konsumen untuk dapat memiliki mobil murah tersebut, menurut saya dengan adanya mobil murah ini semakin tidak efektif untuk mengupayakan ketertiban jalan terutama dalam masalah kemacetan yang hingga saat ini belum bisa dipecahkan, kemacetan di indonesia memang sudah sangat parah, dan dengan adanya mobil murah ini tentu saja akan membuat jalan menjadi semakin padat. Laju ekonomi akan semakin terhambat karena barang-barang yang akan di ekspor terhambat.
pakar transportasi ITS, Prof Dr Daniel M Rosyid berpendapat bahwa mobil pribadi adalah penyebab ketidakadilan dan kesenjangan di dunia. Bahkan mobil pribadi di Indonesia menuntut subsidi BBM dari APBN sebesar Rp. 100 triliun per tahun.
Daniel melanjutkan, APBN habis untuk subsidi energi dan mayoritas mobil pribadi itu ada di Jawa. Sehingga masyarakat luar Jawa tidak kebagian APBN dan BBM, termasuk sektor infrastruktur, irigasi, air bersih, listrik, jembatan, pelabuhan, dan sektor publik lainnya.
"Sekarang saja sudah perlu anggaran subsidi BBM sekitar Rp. 100 triliun per tahun, apalagi kalau mobil sudah satu juta unit per tahun. Itu belum termasuk ketidakadilan di jalan yang dikuasai mobil. Sedangkan pejalan kaki dan pesepeda adalah pecundang, , karena satu orang Indonesia mati di jalan setiap 30 menit saja,"tandasnya.
            Oleh karena itu Indonesia membutuhkan pengembangan sistem transportasi nasional yang multi-moda yang bukan bertumpu pada jalan, tapi pada rel kereta api, angkutan luat, sungai,danpenyeberangan.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia perlu membangun paradigma baru pada dua sektor kunci, yakni energi dan perhubungan. Sektor energi merupakan hajat hidup orang banyak, sedangkan perhubungan merupakan kunci kinerja logistik nasional se-Indonesia,
Untuk kedua sektor itu, Indonesia juga harus membangun modernitas baru yakni modernitas tanpa mobil. Pemakaian teknologi layar perlu dilihat kembali untuk angkutan laut dan perikanan, lalu kita lebih membutuhkan terminal bus, stasiun kereta api, dan pelabuhan, bukan mobil.  
            Dengan adanya mobil murah ini memang banyak menimbulakn berbagai pendapat, ada negatif dan ada positif, negatif nya adalah berbagai kendala yang sudah kita bahas di atas dan memang banyak menimbulkan permasalahan dalam ekonomi, dan selanjutnya adalah dampak positif, yaitu bagi masyarakat kalangan menengah yang ingin memiliki mobil kini mereka bisa memiliki nya dengan harga yang sangat terjangkau.
Namun pada kenyataannya sepertinya indonesia tidak membutuhkan mobil murah, buktinya kini bannyak mobil-mobil mewah berkeliaran dijalan yang hargannya tentu sangat fantastis, ini disebabkan karena peningkatan pertumbuhan ekonomi di indonesia semakinn meningkat.
Maka dari itu segala sesuatu di dunia ini pasti ada kekurangan dan kelebiahn, ada negatif dan positif tergantung bagaimana kita menyikapinya.


Referensi :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar